Thursday, December 7, 2017

Mengatasi BAB pucat pada bayi

Warna feses pucat dapat disebabkan oleh atresia bilier. Warna feses / kotoran pada bayi bervariasi tergantung pada usia dan jenis makanan yang dikonsumsinya. Namun ada beberapa warna feses yang perlu mendapatkan perhatian serius dari para orang tua, karena bisa jadi merupakan salah satu gejala kelainan pada bayi. Salah satunya yaitu feses berwarna putih seperti dempul.
Feses bayi yang berwarna seperti dempul merupakan gejala adanya kelainan pada hati, yang disebut atresia bilier.

Atresia bilier adalah penyumbatan pada saluran empedu yang berada di hati. seharusnya saluran ini menyalurkan cairan empedu dari hati ke kandung empedu dan usus kecil, untuk membantu pencernaan lemak dan menyerap vitamin larut lemak (A, D, E, dan K). Cairan empedu inilah yang memberi warna pada feses kita.
Bila terjadi atresia bilier, saluran tersebut tertutup atau tidak sempurna membuka, sehingga feses jadi berwarna pucat. Cairan empedu akan tertimbun dalam hati dan menyebabkan kerusakan hati.

Baca Juga : Berat Badan kurang pada Bayi

Bayi biasanya menunjukkan gejala penyakit ini saat berusia 2 - 4 minggu. penyakit ini diderita oleh 1 diantara 18.000 bayi. penderitanya lebih banyak bayiperempuan, bayi yang lahir prematur, atau bayi ras asia dan afrika.

➤  Penyebab

Penyebab atresia bilier belum diketahui secara pasti. Namun beberapa faktor berikut diduga dapat menjadi penyebabnya, yaitu :
  • kelainan perkembangan hati dan saluran empedu selama dalam kandungan.
  • kelainan sistem imunitas tubuh bayi.
  • Infeksi virus atau bakteri setelah kelahiran.
  • Paparan zat racun.

➤ Gejala

Gejala Atresia bilier sangat mirip dengan jaundice fisiologis pada bayi baru lahir, sehingga penanganannya kadang sedikit terlambat. gejala yang muncul, yaitu :
  1. Bayi berwarna kuning.
  2. Warna kencing kuning gelap.
  3. Feses berwarna putih pucat seperti dempul.
  4. Pertumbuhan berat badan lambat dibandingkan anak seusianya. 

➤ Diagnosis

Untuk menegakkan diagnosis, perlu dilakukan serangkaian tes, seperti tes darah, foto rontgen perut, USG, CT scan, dan biopsi hati.

➤ Pencegahan 

Karena gejala ini baru diketahui ketika bayi telah lahir, maka pencegahan yang dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan ibu selama hamil, makan makanan sehat supaya pertumbuhan janin optimal. Bayi yang lahir prematur memiliki risiko kelainan atresia bilier yang lebih tinggi.

➤ Pengobatan

Atresia Bilier harus segera ditangani, karena bila dibiarkan terlalu lama, akan merusak jaringan hati. jika ini sudah terjadi, tidak ada jalan lain selain transplantasi hati yang tentu saja akan memakan biaya yang lebih tinggi lagi.
Jika sudah dapat didiagnosis lebih dini, penanganannya dengan membuat pintasan dari hati menuju ke usus kecil, sehingga cairan empedu dapat mengalir keluar. teknik ini disebut prosedur kasai. sayangnya, prosedur kasai hanya efektif pada bayi di bawah usia tiga bulan, karena belum adanya kerusakan permanen pada hati.
Penderita yang telah dioperasi seperti ini dapat hidup normal tanpa adanya gangguan kesehatan yang berarti.  

Thursday, November 30, 2017

Berat Badan kurang pada Bayi

Berat badan kurang dalam istilah kedokteran disebut dengan Malnutrisi atau gizi buruk.  Malnutrisi adalah suatu keadaan gangguan gizi kronis, dimana berat dan tinggi badan tidak sesuai  dengan kurva pertumbuhan untuk seusianya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya asupan kalori dan zat gizi penting lainnya selama masa pertumbuhan.

Keadaan ini biasanya banyak terdapat di negara yang sedang berkembang atau negara miskin, dimana pendapatan masyarakatnya masih rendah. Bahkan WHO mencatat bahwa 1 dari empat anak berusia balita mengalami berat badan kurang.
Keadaan malnutrisi ini sangat beresiko pada mereka yang :
  1. Berusia bayi dan balita
  2. Orang berusia lanjut
  3. Anak yang menderita sakit berat dalam waktu lama (kronis)
  4. Anak yang hidup dalam kondisi perang.
  5. Anak yang berada di negara miskin.
  6. Anak yang berada di daerah bencana, atau keadaan alam yang buruk, misalnya kekeringan. 
  7. Orang yang mengalami gangguan makan (anoreksia)
  8. Anak dengan pola makan tertentu, seperti vegetarian.
  9. Anak dengan alergi makanan tertentu.
  10. Anak yang lahir dari ibu pecandu alkohol.
  11. Anak yang menderita penyakit tertentu,  seperti penyakit Celliac atau cystic fibrosis, yaitu gangguan saluran cerna sehingga tidak dapat menyerap zat gizi makanan dengan baik.
  12. Anak yang sulit makan.
  13. Anak yang menderita cacingan
  14. Anak yang menderita tuberkolosis paru.
  15. Anak yang memiliki kebiasaan makan yang buruk, seperti Picky eater (pemilih dalam hal makanan)
Bagaimana menentukan status gizi anak/bayi ?. berikut patokan yang dapat digunakan untuk menentukan status gizi anak anda :
Z - Score untuk anak laki - laki
Baca Juga : Mewaspadai Thalasemia : Penyakit kelainan darah


Z - Score Untuk anak perempuan

  • Gizi lebih : apabila secara penampakan tubuh anak tampak gemuk, pengukuran antropometrik didapatkan > +2 SD
  • Gizi baik : bila anak tampak sehat, pengukuran antropometrik didapatkan antara -2 SD sampai +2 SD.
  • Gizi Kurang : Anak tampak kurus, pengukuran antropometrik antara > - 3 SD sampai < -2 SD.
  • Gizi Buruk : Bila anak tampak sangat kurus, dan atau bengkak pada tungkai bawah sampai seluruh tubuh, pengukuran antropometrik didapatkan <-3 SD.
Untuk memudahkan orang awam memantau status gizi buah hatinya, pemerintah mengadakan program posyandu disetiap kecamatan. setiap anak akan mendapatkan kartu / buku yang berisi pantauan tumbuh kembang anak dari lahir hingga berusia lima tahun yang disebut Kartu Menuju Sehat (KMS).

Dalam kartu / buku KMS tersebut, terdapat grafik berat badan anak yang dibedakan menurut jenis kelamin. Berat badan anak akan ditimbang setiap bulan, dan akan diberikan tanda pada pita berwarna yang memotong garis usia dan berat badan.

Interpretasi Hasil

 Berat Badan yang normal adalah berat anak yang berada dalam area pita warna hijau dan hijau muda.  Berat badan kurang, bila berat anak berada dalam pita warna kuning.  berat badann sangat kurang / gizi buruk bila berat badan anak berada di garis merah atau di bawah garis merah.
Segera bawa nak ke dokter apabila beratnya berada pada garis merah atau di bawah garis merah, atau apabila dalam tiga kali pengukuran berturut - turut berat badannya tidak naik, atau malah menurun. Keadaan kurang gizi dapat terwujud dalam beberapa bentuk, yaitu :
  1. Marasmus, yaitu keadaan kekurangan kalori kronis.
  2. Kwashiorkor, yaitu kekurangan protein.
  3. Marasmus - Kwashiorkor, adalah keadaan kurangnya energi dan protein.
  4. Anak pendek, akibat kekurangan zat gizi mikromineral lain.
  5. Defisiensi mineral lain yang penting bagi tubuh, seperti defisiensi vitamin A, defisiensi zat besi, defisiensi yodium. 
Berikut beberapa gejala dan tanda bahwa seorang anak mengalami malnutrisi secara umum :
  • Berat badan kurang.
  • Pertumbuhan tinggi terganggu.
  • Kelemahan Otot.
  • Imunitas tubuh terganggu. Anak menjadi sering sakit.
  • Anak rewel.
  • Apatis (kurang peduli dengan lingkungan).
  • Pucat (anemia).
  • Perubahan warna rambut menjadi kuning kemerahan (seperti rambut jagung), serta mudah rontok.
  • Kulit kering bersisik.
  • Bengkak pada tungkai bawah atau seluruh tubuh.
  • Gusi berdarah, atau pembengkakan gusi.
  • Pusing.
  • Pertumbuhan gigi terganggu.
  • Kurang konsentrasi dan kemampuan belajar menurun.
  • Retardasi mental.
  • Adanya gangguan pada organ tubuh lain. 
  • Perut buncit.

Gejala

Anak dikatakan menderita berat badan kurang apabila terdapat kriteria berikut :
  • anak tampak kurus atau sangat kurus.
  • Terdapat bengkak pada kedua tungkai bawah (bagian punggung kaki), dan atau sampai ke seluruh tubuh).
  • Pada pemeriksaan antropometrik berat badan per tinggi badan, atau berat badan per panjang badan antara -2 SD sampai kurang dari -3 SD.

 ➤ Pencegahan

Langkah apa yang dapat dilakukan apabila anak kita cenderung atau memiliki kebiasaan makan yang dapat membuatnya menjadi malnutrisi?.
  1. Periksakan ke dokter. Dokter akan mengukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepalanya, kemudian menyesuaikannya dengan tabel berat badan dan tinggi badan sesuai dengan usia anak. Dari situ akan tampak apabila anak mengalami gangguan. 
  2. Cari penyebab yang membuat anak anda tidak mau makan, apakah ada luka disekitar mulutnya. Bila perlu, konsultasikanlah dengan ahlinya agar masalah lain dapat terdeteksi. Misalnya cacingan yang menyebabkan defisiensi zat besi dan berat badan rendah.
  3. Ubah kebiasaan makan yang buruk. Anak yang Picky eater perlu diberi contoh makan sehat untuk sekeluarga. 
  4. Konsep 4 sehat 5 sempurna, dimana semua zat gizi lengkap harus selalu disediakan setiap kali makan. Sayur, buah dan susu biasanya menjadi momok bagi beberapa anak.
  5. Orang tua harus kreatif mengolah bahan makanan menjadi masakan yang disukai anak. 
  6. Hindari memberikan makanan selingan atau camilan yang tidak sehat. 
  7. Makan bersama bisanya menjadi cara yang ampuh bagi anak  untuk dapat makan dengan baik. karena dengan makan bersama, tumbuh kedekatan emosional, anak menjadi tahu bagaimana pola dan cara makan yang baik. Di sini juga kita bisa mengajarkan pola makan sehat bagi buah hati. 
  8. Masa pemberian MP -ASI adalah masa yang sangat krusial bagi penambahan berat badan anak. beri dan kenalkan bayi apada makanan sehat yang lengkap. makanan lengkap adalah makanan yang memiliki kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. 
  9. Jangan terlalu cepat memberikan makanan tambahan pada bayi sebelum usianya enam bulan. 
  10. Penuhi gizi ibu menyusui.
  11. Berikan ASI eksklusif
  12. Sebisa mungkin berikan MP-ASI buatan sendiri, alih - alaih MP-ASI instan. Selain lebih segar, MP-ASI buatan sendiri juga lebih dapat mengenalkan rasa asli makanan pada bayi. Sehingga meminimalkan risiko anak menjadi pickyn eater, terutama pemilih pada sayuran. 
  13. Pengetahuan ibu terhadap sumber zat gizi makanan juga harus baik.
Berikut ini beberapa contoh sumber makanan yang dapat dijadikan bahan untuk membuat MP-ASI yang sehat dan kaya nutrisi pada bayi :
  1. Sumber karbohidrat : terdapat pada tepung - tepungan, beras putih, beras merah, beras hitam, dan kentang.
  2. Sumber protein : ada 2 jenis sumber protein, yaitu hewani dan nabati. Protein hewani berasal dari ayam, sapi, kambing, telur, ikan, makanan hasil laut, dan susu. Protein nabati berasal dari kacang - kacangan, polong - polongan, tahu, tempe, kedelai. 
  3. Sumber lemak : minyak kelapa, mentega/ margarine, minyak ikan, telur,  ikan, kacang - kacangan, susu.
  4. Sumber Vitamin : segala jenis buah - buahan dan sayuran.
  5. Sumber mineral : segala jenis sayuran.
  6. Sumber serat : sayuran. 
Usahakan untuk memberikan variasi rasa pada makanan dengan bahan alami dari rasa makanan itu sendiri. Lakukan variasi menu setiap hari, selain agar bayi tidak bosan, juga akan membuatnya mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh dengan baik.

Perlu juga disadari, bahwa masalah gizi atau berat badan anak yang kurang dari normal adalah masalah yang kompleks dan perlu penanganan dari berbagai pihak, bukan hanya sektor kesehatan. Pemerintah dan masyarakat serta unsur - unsur lain yang terkait, juga harus bekerjasama menghilangkan kasus gizi buruk di masyarakat.

➤ Pengobatan

Apabila dokter telah mendiagnosis si buah hati dengan status gizi kurang atau gizi buruk, dia perlu segera ditangani secara menyeluruh. Pemberian makanan tambahan bergizi, terapi penyebab utamnaya, serta pengobatan pada penyulit atau penyakit penyerta harus dilakukan secara terintegrasi, sehingga masalah kekurangan gizi dan berat badannya dapat diatasi dengan segera.

Wednesday, November 22, 2017

Cara mengatasi Tersedak pada bayi dan balita

Tersedak atau choking adalah tersumbatnya jalan nafas oleh benda aing. Benda asing itu dapat berupa makanan / benda padat atau cairan. Pada anak dan balita, penyebab tersedak adalah makanan dan benda asing, seperti mainan kecil yang tertelan akibat kurangnya pengawasan orang tua. Saat tersedak, bayi dan anak mengalami batuk hingga muntah, sebagai reaksi refleks tubuh dalam usaha mengeluarkan benda yang tertelan. Bila sebagian dari cairan muntah atau benda asing yang tertelan itu masuk ke paru - paru, akibatnya bisa menimbulkan radang paru - paru. Tidak hanya itu, serpihan makanan atau cairan yang masuk ke saluran pernafasan, dapat menutup jalan udara. Akibatnya bayi dapat mengalami gagal nafas dan kematian.

➤ Pencegahan

ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah bayi tersedak, yakni :
  1. Hindari menyusui dengan posisi berbaring pada bayi muda.
  2. Hindari memberi makan atau minum saat bayi sedang menangis. 
  3. Bayi sering tersedak oleh ASI yang alirannya deras. Untuk mengurangi derasnya aliran ASI, anda dapat melakukan trik berikut : sesaat sebelum menyusui, perahlah sedikit ASI dengan tujuan untuk memperlambat produksi ASI. jadi saat bayi menyusui, ASI dapat keluar lebih perlahan dan akan membuat bayi merasa nyaman. 
  4. Jika memakai botol susu, pilihlah botol yang dirancang khusus dan sesuai dengan mulut bayi, agar tidak tersedak.
  5. Setelah menyusui, pastikan untuk selalu menyendawakan bayi agar udara yang mungkin terisap saat menyusui bisa keluar. Caranya adalah menegakkan tubuh bayi dengan menghadap bahu ibu, lalu tepuk - tepuk punggung bayi dengan lembut, hingga bayi terdengar membuang angin dari mulutnya.
  6. Sebaiknya, anda tidak langsung menidurkan bayi setelah selesai menyusui, karena susu beresiko berbalik kembali dan masuk ke dalam paru - paru.
  7. Pada bayi dan balita yang sedang bereksplorasi, pastikan dia diawasi oleh orang dewasa di dekatnya, agar tidak memasukkan benda atau mainan apapun ke dalam mulut yang dapat menyebabkan tersedak. 
Baca juga : Mencegah dan mengobati Bersin - bersin pada bayi dan balita

➤ Pengobatan

Penanganan tersedak termasuk ke dalam tindakan gawat darurat yang wajib diketahui oleh orang tua dan masyarakat. Penanganan tersedak pada bayi terdiri atas kombinasi penekanan dada dan tepukan punggung. Langkah - langkahnya adalah :
  1. Panggil bantuan, dan minta tolong pada orang lain di sekitar anda. orang lain akan sangat berguna untuk memanggil bantuan medis terdekat sementara anda melakukan tindakan penyelamatan awal. 
  2. Buka pakaian Bayi
  3. Gendonglah bayi pada posisi anda duduk atau berlutut, dengan posisi wajah ke bawah, menelungkup di atas pangkuan ibu. Buat kepala bayi lebih rendah dari kakinya. Sehingga kepala dan rahang bawah bayi menggunakan tangan. Hati - hati untuk tidak menekan leher bayi, karena akan menyebabkan tersumbatnya saluran pernafasan. 
  4. Tepuklah punggung sebanyak lima kali, diantara dua tulang belikat bayi, jangan menepuk di tengkuk. Gunakan pangkal telapak tangan ketika memberi tepukan.
  5. Setelah memberikan lima kali tepukan punggung, sanggalah leher belakang bayi dengan tangan dan balikkan tubuh bayi ke posisi telentang. Buat posisi kepala bayi lebih rendah dari kakinya.
  6. Lakukan lima kali penekanan dada (lokasi penekanan sama dengan posisi penekanan dada pada proses CPR, yaitu di tengah - tengah tulang dada/ di bawah garis imajiner antara dua puting susu bayi). Gunakan dua jari saja ( jari telunjuk dan jari tengah untuk melakukan penekanan dada. 
  7. Ulangi langkah d, e , dan f di atas sampai benda asing keluar dari mulut bayi atau bayi kembali sadar.
  8. Lakukan semua tindakan di atas dengan cepat dan tepat. Kecepatan dan ketepatan tindakan akan sangat membantu untuk menyelamatkan nyawa si kecil. 
 Jika benda asing belum bisa keluar dan bayi menjadi tidak sadar dengan tanda - tanda terkulai lemas, tidak ada pergerakan, bibir membiru, tidak dapat menangis atau mengeluarkan suara, penanganannya adalah :
  1. Telentangkan bayi di atas permukaan yang keras dan rata. Tengadahkan kepala bayi. Dongakkan sedikit dagunya, sehingga mulutnya terbuka.
  2. Buka jalan nafas bayi (mulut bayi) dan lihat apakah benda asing terlihat atau tidak. Jika terlihat ambil menggunakan sapuan jari. Jika tidak melihatnya, jangan mengorek - mengorek mulut bayi untuk mencari benda asing tersebut.
  3. Jika benda asing tidak terlihat, lakukan langkah selanjutnya, yaitu CPR, yang terdiri dari 30 kali penekanan dada diikuti 2 kali pemberian napas. Gunakan dua jari di tengah tulang dada, tepat di bawah batas putting untuk menekan bayi. 

Cara mencegah dan mengobati Penyakit Gatal

Gatal dalam dalam istilah medis adalah pruritus, iritasi pada kulit yang memunculkan dorongan untuk menggaruk. Gatal bisa berupa masalah umum yang terjadi di seluruh tubuh atau di beberapa bagian yang berbeda. Bisa terjadi secara lokal, yakni terbatas pada satu bagian tubuh saja.
Gatal bisa dialami oleh siapoa saja, mulai balita hingga dewasa. Namun, balita lebih rentan mengalami gatal karena kulitnya masih relatif tipis, sensitif, lebih halus, memiliki sedikit pigmen, dan belum mampu mengatur temperatur, seperti halnya anak - anak di atas usia lima tahun. Gatal bisa disebabkan oleh banyak hal, di antaranya :
  1. Alergi
  2. Kulit Kering
  3. Sters
  4. Paparan radiasi UV dari matahari.
  5. Gangguan metabolisme dan endokrin, seperti gangguan hati dan penyakit ginjal.
  6. Reaksi terhadap obat - obatan
  7. Penyakit darah
  8. Sengatan dan gigitan serangga, seperti gigitan nyamuk dan kutu.
  9. Infeksi Kulit.
 

➤ Pencegahan

Gatal bisa dicegah dengan cara - cara berikut :
  1. Ruangan di rumah harus memiliki sirkulasi dan ventilasi udara yang baik, agar kondisi ruangan tidak panas dan tidak lembab.
  2. Rajinlah menggunting kuku anak agar tidak kotor.
  3. Biasakanlah untuk mandi sehari dua kali. 
  4. Jika anak berkeringat, gantilah bajunya sering -sering agar keringat tidak menempel.
  5. Pilihlah detergen yang tidak menimbulkan alergi, bilas detergen hingga benar - benar bersih, jemur di terik matahari, setrika pakaian agar steril dari kuman dan bakteri. 
  6. Untuk menghindari biang keringat, Berikan bedak tabur atau bedak cair yang mengandung  salycil. Sehabis mandi, oleskan losion atau krim bayi untuk menjaga kelembaban kulit.
  7. Hati - hati saat memberikan makanan yang bisa memicu alergi dan gatal, seperti susu sapi, telur, kacang tanah, dan makanan laut.
  8. Berikan vitamin C untuk mencegah atau mengurangi biang keringat. 
Baca Juga : Mewaspadai Thalasemia : penyakit kelainan darah

➤ Pengobatan

Tahapan penanganan gatal :
  1. Hindarkan alergen
  2. Berikan obat gatal
  3. Dengan imunoterapi ( salah satu upaya untuk meningkatkan system imunitas tubuh ). 

Tuesday, November 21, 2017

Menangani Herpes pada bayi

Herpes dalam istilah medis dikenal dengan Herpes Simplex Virus (HSV). Salah satu penyakit kulit berbahaya yang bisa menimpa bayi dan balita adalah herpes. Herpes sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu herpes simpleks dan herpes Zoster. Herpes simpleks merupakan jenis herpes yang sering menyerang area mulut dan organ genital.
Herpes simpleks pada bagian mulut adalah jenis herpes yang paling sering menyerang bayi dan balita. Penyakit herpes pada bayi sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian, karena daya tahan tubuhnya yang belum berkembang dengan sempurna.
Baca juga : Cara menangani anak hiperaktif

Herpes sering menyerang anak di bawah usia lima tahun, yang biasanya mereka dapat dari kontak dengan orang terdekat yang mengidap herpes. Bayi mendapatkan penyakit ini dari orang tuanya yang menderita herpes tipe dua (yang menyerang daerah genital) saat dia dilahirkan dan kontak dengan vagina sang ibu.

➤Gejala

Gejala herpes simpleks pada bayi dan anak, diantaranya :
1.    Demam
2.    nafsu makan menurun
3.    Adanya bintil berisi air di daerah mulut, bibir, atau lidah.
4.    Terdapat luka seperti sariawan, yang kadang tampak mengering dan berbentuk krusta.
5.    Bayi tampak sakit berat dan lemah.

➤ Pencegahan

Berikut beberapa pencegahan yang bisa dilakukan agar bayi dan balita tidak terserang penyakit herpes adalah :
  1. Ketika hamil, ibu harus sering melakukan pemeriksaan, khususnya pemeriksaan penyakit tertentu seperti herpes, yang bisa diturunkan kepada bayi.
  2. Menjaga kesehatan dan kebersihan bayi dan balita serta lingkungan sekitar.
  3. Menghindarkan bayi dan balita dari orang yang tengah terserang herpes. 
  4. Masing - masing anggota keluarga menggunakan handuk dan peralatan mandi yang terpisah untuk memperkecil kemungkinan penularan herpes. 
  5. Rutin memeriksakan kesehatan bayi dan balita.
  6. Memberikan ASI eksklusif pada bayi untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya.
7.    Rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyentuh bayi.

➤ Pengobatan

 Penanganan dan pengobatan herpes pada bayi dan balita di antaranya adalah sebagai berikut :
1.    Obat untuk membantu mengatasi gejala yang menyertai herpes, misalnya obat parasetamol untuk demam dan nyeri.
2.    Memberikan bedak dan salep acyclovir pada bagian yang terkena herpes.
Jika gejala herpes semakin parah, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bayi memerlukan penanganan rawat inap, karena komplikasi yang mungkin dapat timbul, seperti kematian atau kerusakan otak.

Cara mengatasi anak hiperaktif

Hiperaktif yang dikenal sebagai attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau Attention Deficit Disorder (ADD) adalah gangguan pemusatan perhatian disertai gejala hiperaktivitas motorik. Kondisi ini menjangkiti 3-5% anak berusia 4 sampai 14 tahun.
Ciri - ciri anak hiperaktif :
  1. Anak cenderung tidak menyelesaikan pekerjaan, mereka cepat beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lain.
  2. Perkembangan motorik dan bahasanya lambat.
  3. Mudah terangsang.
  4. Tidak tahan frustasi dan kurang dapat mengontrol diri.
  5. Suasana hati anak sangat labil, sebentar gembira, sebentar marah.
  6. Tidak mampu mengontrol gerakan dan tidak bisa tenang. 
  7. Tidak kenal lelah, terus bergerak seolah energinya tidak pernah habis, dan hanya membutuhkan minum lalu bergerak kembali.
  8. Tidak bisa berhenti bicara, daya konsentrasinya rendah, dan seolah-olah tidak mendengarkan perkataan orang tua.
  9. Mata seperti tidak memperhatikan lawan bicara.
Jika anak mengalami ciri - ciri di atas, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan hiperaktif. Amati selama enam bulan, jika anak tidak mengalami perkembangan, segera konsultasikan ke dokter.

➤Pencegahan

Tidak ada penyebab hiperaktif yang pasti pada anak. Karena itu, pencegahannya adalah hal yang sulit. Untuk mengatasi anak yang memiliki tanda - tanda hiperaktif, orang tua bisa menyalurkan energinya pada kegiatan - kegiatan berikut ini :
a. Olahraga
ajarkan anak berolahrga, seperti sepakbola, badminton, dan berenang, agar energi mereka tersalurkan. Olahraga juga dapat dijadikan media untuk menstimulasi otak anak.
b. Bermain di Luar ruangan
Tidak ada salahnya untuk sesekali mengajak anak bermain di luar, seperti di taman bermain. Kegiatan bermain di luar ruangan akan lebih baik untuk anak yang hiperaktif. Dengan cara ini, eksplorasi anak menjadi lebih luas.
c. Seni dan kerajinan
Kegiatan seni dan kerajinan adalah salah satu kegiatan yang menarik bagi anak dan bisa membuatnya diam. Banyak seni yang bisa dikenalkan kepada balita, termasuk bermain drum atau membuat kerajinan origami. Kegiatan origami akan membuat anak lebih tertarik dengan kreasi dari kertas warna.
Seni dan kerajinan adalah kegiatan paling baik untuk anak - anak yang hiperaktif, karena bisa meningkatkan kecerdasan otaknya juga.
d. Kelas Menari
Kelas menari bisa menjadi media yang baik untuk menyalurkan bakat yang dimiliki anak. Menari akan memperbaiki postur dan meningkatkan fleksibilitas tubuh anak. selain itu, kegiatan ini juga akan membantu kalori dalam tubuh mereka terbakar dengan cepat dan membuat mereka bisa tidur lebih cepat.
Baca Juga : Mengatasi Eksim pada Anak

➤ Pengobatan

Pengobatan pada penderita ADHD bisa dilakukan dengan beberapa cara. Karena penyebab ADHD adalah gangguan pada otak, maka penanganannyapun dimulai dari otak.
  1. Penderita ADHD di bawah usia lima tahun biasanya akan diberikan terapi perilaku. Bentuk terapinya berbeda - beda karena sifatnya benar benar berdasarkan kasus per kasus. Terapi ini bisa juga dilakukan oleh orang tua, tentunya setelah orang tua mendapatkan bimbingan dari psikiater anak.
  2. Penderita Autis dengan spektrum ADHD harus menjalani dua macam terapi. Pertama, ABA (aplied behavioral Analysis), yaitu terapi yang meminta dia mengikuti semua aturan yang diberikan. Dalam setiap aturan, ada hukuman dan hadiah. Kedua, SI (sensory integration), yakni terapi untuk merangsang impuls sensoris, agar anak dapat mengkoordinasikan gerakan otot tubuh sesuai perintah otak. 
Pemberian obat biasanya dilakukan belakangan, yaitu jika terapi perilaku tidak berhasil. Dosis obat tergantung pada seberapa salah otak anak penderita ADHD. Dan tidak tertutup kemungkinan, dia akan terus meminum obat sampai dewasa. Meski demikian, dokter biasanya sudah memperhitungkan secara akurat dosis obat yang sesuai bagi pasiennya. 

Monday, November 20, 2017

Mewaspadai Thalasemia : penyakit kelainan darah

Thalasemia adalah penyakit kelainan darah, disebut juga sebagai anemia cooley. Thalasemia adalah penyakit herediter (keturunan) yang ditandai dengan gangguan dan ketidakmampuan memproduksi eritrosit dan hemoglobin.
Risiko seorang anak untuk mengidap penyakit tersebut 6 - 10% berasal dari keturunan. Jika kedua orang tua memiliki gen pembawa thalasemia, maka kemungkinan anak menderita thalasemia adalah 25%,  50% menjadi pembawa sifat (carrier), dan 25% kemungkinan bebas thalasemia. Sebagian besar penderita thalasemia adalah anak - anak usia 0 hingga 18 tahun.

Thalasemia termasuk ke dalam penyakit darah, karena gejala dan terjadinya thalasemia hampir mirip dengan anemia. Thalasemia terjadi bila ada kerusakan di dalam gen yang membantu produksi untuk mengontrol salah satu protein. Thalasemia terbagi dalam dua jenis utama, yakni alpha thalasemia dan beta thalasemia.
Alpha thalasemia terjadi ketika gen yang berhubungan dengan protein alpa hilang, berubah, atau bermutasi. sedangkan beta thalasemia terjadi ketika cacat gen yang sama mempengaruhi produksi protein beta globin.
Alpha thalasemia terjadi paling umumpada orang asia tenggara, timur tengah, cina dan keturunan afrika. Sedangkan Beta thalasemia terjadi pada masyarakat mediterania dan lebih sedikit terjadi di china, beberapa negara asia lain, afrika, dan afrika.

Baca Juga :
 

gambaran penderita Thalasemia dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a. Thalasemia minor
Thalasemia minor adalah jenis thalasemia di mana seseorang mempunyai kecacatan gen thalasemia, tetapi tidak menunjukkan tanda - tanda thalasemia atau tanda - tanda sebagai pembawa sifat. Thalasemia akan terlihat setelah penderita memasuki gejala awal, seperti lemas, pusing, dan nyeri di bagian perut.
b. Thalasemia Mayor
Thalasemia mayor terjadi pada seseorang yang mempunyai bakat thalasemia sepenuhnya dan menunjukkan tanda - tanda thalasemia. Proses transfusi darah diperlukan 3 hingga 4 minggu sekali untuk mendapatkan kadar HB yang optimal. Penerimaan darah secara bertahap akan menyebabkan kelebihan zat besi yang terkumpul di dalam tubuh. Kelebihan zat besi ini bisa merusak jantung, hati, dan pankreas, yang mengakibatkan penderita thalasemia mengalami gangguan pada organ - organ tersebut.

➤Gejala Umum

Gejala umum penderita thalasemia tidak jauh berbeda dengan anemia, yaitu :
  1. Wajah terlihat pucat karena kekurangan sel darah merah.
  2. Selera makan berkurang.
  3. Kondisi badan mudah capek, lemas, bahkan mudah jatuh sakit.

➤ Gejala Khusus

Gejala khusus Thalasemia adalah sebagai berikut :
a. Anemia
Produksi rantai globin alpa pada penderita thalasemia berkurang atau tidak ada, sehingga hemoglobin yang terbentuk sangat kurang dan menyebabkan anemia. Berlebihnya rantai globin yang tidak berpasangan akan menyebabkan eritrosit mudah rusak.
b. Pembesaran limpa
Limpa berfungsi untuk menghancurkan eritrosit yang rusak dan berperan dalam pembentukan eritrosit. Pembesaran limpa pada thalasemia terjadi akibat kerja limpa yang berlebihan.
c. Facies Cooley's
Pada Thalasemia yang berat, dapat terjadi perubahan bentuk wajah yang disebut facies cooley's . sumsum tulang pipih yang merupakan salah satu tempat untuk memproduksi sel darah merah, mengalami produksi yang berlebihan, sehingga sumsum membesar dan menyebabkan penipisan tulang dan penonjolan dahi.

Baca juga : Cara mengatasi Tersedak pada bayi dan balita

➤ Pencegahan

Untuk menghindari munculnya lebih banyak anak yang menderita thalasemia, sebaiknya lakukan pemeriksaan darah sebelum menikah, untuk melihat ada tidaknya gen pembawa thalasemia pada diri calon pasangan pengantin, agar tidak menimbulkan resiko thalasemia pada anaknya kelak.
Lemahnya informasi serta kesadaran untuk memeriksakan diri sebelum menikah menjadi kendala untuk menekan angka penyakit ini.

➤Pengobatan 

Hingga sekarang belum ada obat yang bisa menyembuhkan thalasemia. satu - satunya tindakan yang bisa dilakukan untuk memperpanjang usia penderita adalah lewat transfusi darah. Transfusi diberikan bila kadar Hb telah rendah (< 10 gr %), atau bila anak mengeluh tidak mau makan dan lemah serta pucat.

Penderita membutuhkan transfusi darah sebanyak 2 - 3 unit setiap 4 - 6 minggu. obat pendukung, seperti vitamin C, dianjurkan untuk diberikan dalam dosis kecil ( 100 - 250 mg), asam folat 2 - 5 mg/hari untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat pada pasien thalasemia, khususnya pada yang jarang mendapatkan transfusi darah, dan desferioksamin (obat yang digunakan untu mengeluarkan sisa zat besi yang ada dalam tubuh penderita).

Apabila terjadi pembesaran limpa, sehingga membatasi gerak pasien, menimbulkan peningkatan tekanan dalam perut yang mengganggu napas dan beresiko mengalami pecahnya limpa, maka perlu dilakukan operasi pengangkatan limpa (splenektomi). Splenektomi sebaiknya dilakukan pada umur lima tahun ke atas, saat fungsi limpa dalam sistem imun tubuh telah dapat diambil alih oleh organ limfoid lain.