Tuesday, November 21, 2017

Cara mengatasi anak hiperaktif

Hiperaktif yang dikenal sebagai attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) atau Attention Deficit Disorder (ADD) adalah gangguan pemusatan perhatian disertai gejala hiperaktivitas motorik. Kondisi ini menjangkiti 3-5% anak berusia 4 sampai 14 tahun.
Ciri - ciri anak hiperaktif :

  1. Anak cenderung tidak menyelesaikan pekerjaan, mereka cepat beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lain.
  2. Perkembangan motorik dan bahasanya lambat.
  3. Mudah terangsang.
  4. Tidak tahan frustasi dan kurang dapat mengontrol diri.
  5. Suasana hati anak sangat labil, sebentar gembira, sebentar marah.
  6. Tidak mampu mengontrol gerakan dan tidak bisa tenang. 
  7. Tidak kenal lelah, terus bergerak seolah energinya tidak pernah habis, dan hanya membutuhkan minum lalu bergerak kembali.
  8. Tidak bisa berhenti bicara, daya konsentrasinya rendah, dan seolah-olah tidak mendengarkan perkataan orang tua.
  9. Mata seperti tidak memperhatikan lawan bicara.
Jika anak mengalami ciri - ciri di atas, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan hiperaktif. Amati selama enam bulan, jika anak tidak mengalami perkembangan, segera konsultasikan ke dokter.

➤Pencegahan

Tidak ada penyebab hiperaktif yang pasti pada anak. Karena itu, pencegahannya adalah hal yang sulit. Untuk mengatasi anak yang memiliki tanda - tanda hiperaktif, orang tua bisa menyalurkan energinya pada kegiatan - kegiatan berikut ini :
a. Olahraga
ajarkan anak berolahrga, seperti sepakbola, badminton, dan berenang, agar energi mereka tersalurkan. Olahraga juga dapat dijadikan media untuk menstimulasi otak anak.
b. Bermain di Luar ruangan
Tidak ada salahnya untuk sesekali mengajak anak bermain di luar, seperti di taman bermain. Kegiatan bermain di luar ruangan akan lebih baik untuk anak yang hiperaktif. Dengan cara ini, eksplorasi anak menjadi lebih luas.
c. Seni dan kerajinan
Kegiatan seni dan kerajinan adalah salah satu kegiatan yang menarik bagi anak dan bisa membuatnya diam. Banyak seni yang bisa dikenalkan kepada balita, termasuk bermain drum atau membuat kerajinan origami. Kegiatan origami akan membuat anak lebih tertarik dengan kreasi dari kertas warna.
Seni dan kerajinan adalah kegiatan paling baik untuk anak - anak yang hiperaktif, karena bisa meningkatkan kecerdasan otaknya juga.
d. Kelas Menari
Kelas menari bisa menjadi media yang baik untuk menyalurkan bakat yang dimiliki anak. Menari akan memperbaiki postur dan meningkatkan fleksibilitas tubuh anak. selain itu, kegiatan ini juga akan membantu kalori dalam tubuh mereka terbakar dengan cepat dan membuat mereka bisa tidur lebih cepat.
Baca Juga : Mengatasi Eksim pada Anak

➤ Pengobatan

Pengobatan pada penderita ADHD bisa dilakukan dengan beberapa cara. Karena penyebab ADHD adalah gangguan pada otak, maka penanganannyapun dimulai dari otak.
  1. Penderita ADHD di bawah usia lima tahun biasanya akan diberikan terapi perilaku. Bentuk terapinya berbeda - beda karena sifatnya benar benar berdasarkan kasus per kasus. Terapi ini bisa juga dilakukan oleh orang tua, tentunya setelah orang tua mendapatkan bimbingan dari psikiater anak.
  2. Penderita Autis dengan spektrum ADHD harus menjalani dua macam terapi. Pertama, ABA (aplied behavioral Analysis), yaitu terapi yang meminta dia mengikuti semua aturan yang diberikan. Dalam setiap aturan, ada hukuman dan hadiah. Kedua, SI (sensory integration), yakni terapi untuk merangsang impuls sensoris, agar anak dapat mengkoordinasikan gerakan otot tubuh sesuai perintah otak. 
Pemberian obat biasanya dilakukan belakangan, yaitu jika terapi perilaku tidak berhasil. Dosis obat tergantung pada seberapa salah otak anak penderita ADHD. Dan tidak tertutup kemungkinan, dia akan terus meminum obat sampai dewasa. Meski demikian, dokter biasanya sudah memperhitungkan secara akurat dosis obat yang sesuai bagi pasiennya. 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon