Wednesday, November 22, 2017

Cara mengatasi Tersedak pada bayi dan balita

Tersedak atau choking adalah tersumbatnya jalan nafas oleh benda aing. Benda asing itu dapat berupa makanan / benda padat atau cairan. Pada anak dan balita, penyebab tersedak adalah makanan dan benda asing, seperti mainan kecil yang tertelan akibat kurangnya pengawasan orang tua. Saat tersedak, bayi dan anak mengalami batuk hingga muntah, sebagai reaksi refleks tubuh dalam usaha mengeluarkan benda yang tertelan. Bila sebagian dari cairan muntah atau benda asing yang tertelan itu masuk ke paru - paru, akibatnya bisa menimbulkan radang paru - paru. Tidak hanya itu, serpihan makanan atau cairan yang masuk ke saluran pernafasan, dapat menutup jalan udara. Akibatnya bayi dapat mengalami gagal nafas dan kematian.

➤ Pencegahan

ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencegah bayi tersedak, yakni :
  1. Hindari menyusui dengan posisi berbaring pada bayi muda.
  2. Hindari memberi makan atau minum saat bayi sedang menangis. 
  3. Bayi sering tersedak oleh ASI yang alirannya deras. Untuk mengurangi derasnya aliran ASI, anda dapat melakukan trik berikut : sesaat sebelum menyusui, perahlah sedikit ASI dengan tujuan untuk memperlambat produksi ASI. jadi saat bayi menyusui, ASI dapat keluar lebih perlahan dan akan membuat bayi merasa nyaman. 
  4. Jika memakai botol susu, pilihlah botol yang dirancang khusus dan sesuai dengan mulut bayi, agar tidak tersedak.
  5. Setelah menyusui, pastikan untuk selalu menyendawakan bayi agar udara yang mungkin terisap saat menyusui bisa keluar. Caranya adalah menegakkan tubuh bayi dengan menghadap bahu ibu, lalu tepuk - tepuk punggung bayi dengan lembut, hingga bayi terdengar membuang angin dari mulutnya.
  6. Sebaiknya, anda tidak langsung menidurkan bayi setelah selesai menyusui, karena susu beresiko berbalik kembali dan masuk ke dalam paru - paru.
  7. Pada bayi dan balita yang sedang bereksplorasi, pastikan dia diawasi oleh orang dewasa di dekatnya, agar tidak memasukkan benda atau mainan apapun ke dalam mulut yang dapat menyebabkan tersedak. 
Baca juga : Mencegah dan mengobati Bersin - bersin pada bayi dan balita

➤ Pengobatan

Penanganan tersedak termasuk ke dalam tindakan gawat darurat yang wajib diketahui oleh orang tua dan masyarakat. Penanganan tersedak pada bayi terdiri atas kombinasi penekanan dada dan tepukan punggung. Langkah - langkahnya adalah :
  1. Panggil bantuan, dan minta tolong pada orang lain di sekitar anda. orang lain akan sangat berguna untuk memanggil bantuan medis terdekat sementara anda melakukan tindakan penyelamatan awal. 
  2. Buka pakaian Bayi
  3. Gendonglah bayi pada posisi anda duduk atau berlutut, dengan posisi wajah ke bawah, menelungkup di atas pangkuan ibu. Buat kepala bayi lebih rendah dari kakinya. Sehingga kepala dan rahang bawah bayi menggunakan tangan. Hati - hati untuk tidak menekan leher bayi, karena akan menyebabkan tersumbatnya saluran pernafasan. 
  4. Tepuklah punggung sebanyak lima kali, diantara dua tulang belikat bayi, jangan menepuk di tengkuk. Gunakan pangkal telapak tangan ketika memberi tepukan.
  5. Setelah memberikan lima kali tepukan punggung, sanggalah leher belakang bayi dengan tangan dan balikkan tubuh bayi ke posisi telentang. Buat posisi kepala bayi lebih rendah dari kakinya.
  6. Lakukan lima kali penekanan dada (lokasi penekanan sama dengan posisi penekanan dada pada proses CPR, yaitu di tengah - tengah tulang dada/ di bawah garis imajiner antara dua puting susu bayi). Gunakan dua jari saja ( jari telunjuk dan jari tengah untuk melakukan penekanan dada. 
  7. Ulangi langkah d, e , dan f di atas sampai benda asing keluar dari mulut bayi atau bayi kembali sadar.
  8. Lakukan semua tindakan di atas dengan cepat dan tepat. Kecepatan dan ketepatan tindakan akan sangat membantu untuk menyelamatkan nyawa si kecil. 
 Jika benda asing belum bisa keluar dan bayi menjadi tidak sadar dengan tanda - tanda terkulai lemas, tidak ada pergerakan, bibir membiru, tidak dapat menangis atau mengeluarkan suara, penanganannya adalah :
  1. Telentangkan bayi di atas permukaan yang keras dan rata. Tengadahkan kepala bayi. Dongakkan sedikit dagunya, sehingga mulutnya terbuka.
  2. Buka jalan nafas bayi (mulut bayi) dan lihat apakah benda asing terlihat atau tidak. Jika terlihat ambil menggunakan sapuan jari. Jika tidak melihatnya, jangan mengorek - mengorek mulut bayi untuk mencari benda asing tersebut.
  3. Jika benda asing tidak terlihat, lakukan langkah selanjutnya, yaitu CPR, yang terdiri dari 30 kali penekanan dada diikuti 2 kali pemberian napas. Gunakan dua jari di tengah tulang dada, tepat di bawah batas putting untuk menekan bayi. 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon