Thursday, December 7, 2017

Mengatasi BAB pucat pada bayi

Warna feses pucat dapat disebabkan oleh atresia bilier. Warna feses / kotoran pada bayi bervariasi tergantung pada usia dan jenis makanan yang dikonsumsinya. Namun ada beberapa warna feses yang perlu mendapatkan perhatian serius dari para orang tua, karena bisa jadi merupakan salah satu gejala kelainan pada bayi. Salah satunya yaitu feses berwarna putih seperti dempul.
Feses bayi yang berwarna seperti dempul merupakan gejala adanya kelainan pada hati, yang disebut atresia bilier.

Atresia bilier adalah penyumbatan pada saluran empedu yang berada di hati. seharusnya saluran ini menyalurkan cairan empedu dari hati ke kandung empedu dan usus kecil, untuk membantu pencernaan lemak dan menyerap vitamin larut lemak (A, D, E, dan K). Cairan empedu inilah yang memberi warna pada feses kita.
Bila terjadi atresia bilier, saluran tersebut tertutup atau tidak sempurna membuka, sehingga feses jadi berwarna pucat. Cairan empedu akan tertimbun dalam hati dan menyebabkan kerusakan hati.


Baca Juga : Berat Badan kurang pada Bayi

Bayi biasanya menunjukkan gejala penyakit ini saat berusia 2 - 4 minggu. penyakit ini diderita oleh 1 diantara 18.000 bayi. penderitanya lebih banyak bayiperempuan, bayi yang lahir prematur, atau bayi ras asia dan afrika.

➤  Penyebab

Penyebab atresia bilier belum diketahui secara pasti. Namun beberapa faktor berikut diduga dapat menjadi penyebabnya, yaitu :
  • kelainan perkembangan hati dan saluran empedu selama dalam kandungan.
  • kelainan sistem imunitas tubuh bayi.
  • Infeksi virus atau bakteri setelah kelahiran.
  • Paparan zat racun.

➤ Gejala

Gejala Atresia bilier sangat mirip dengan jaundice fisiologis pada bayi baru lahir, sehingga penanganannya kadang sedikit terlambat. gejala yang muncul, yaitu :
  1. Bayi berwarna kuning.
  2. Warna kencing kuning gelap.
  3. Feses berwarna putih pucat seperti dempul.
  4. Pertumbuhan berat badan lambat dibandingkan anak seusianya. 

➤ Diagnosis

Untuk menegakkan diagnosis, perlu dilakukan serangkaian tes, seperti tes darah, foto rontgen perut, USG, CT scan, dan biopsi hati.

➤ Pencegahan 

Karena gejala ini baru diketahui ketika bayi telah lahir, maka pencegahan yang dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan ibu selama hamil, makan makanan sehat supaya pertumbuhan janin optimal. Bayi yang lahir prematur memiliki risiko kelainan atresia bilier yang lebih tinggi.

➤ Pengobatan

Atresia Bilier harus segera ditangani, karena bila dibiarkan terlalu lama, akan merusak jaringan hati. jika ini sudah terjadi, tidak ada jalan lain selain transplantasi hati yang tentu saja akan memakan biaya yang lebih tinggi lagi.
Jika sudah dapat didiagnosis lebih dini, penanganannya dengan membuat pintasan dari hati menuju ke usus kecil, sehingga cairan empedu dapat mengalir keluar. teknik ini disebut prosedur kasai. sayangnya, prosedur kasai hanya efektif pada bayi di bawah usia tiga bulan, karena belum adanya kerusakan permanen pada hati.
Penderita yang telah dioperasi seperti ini dapat hidup normal tanpa adanya gangguan kesehatan yang berarti.  

Artikel Terkait

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon